DSKS Salurkan Donasi Pelestina ke 3 Lembaga Kemanusiaan

0
138
DSKS menyerahkan donasi Pelestina ke 3 lembaga

SOLO – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memberikan donasi Palestina melalui tiga lembaga sosial yaitu Mer-C, Sahabat Al Aqsha dan Kispa. Total dana yang diserahkan sebesar Rp. 289.599.000 yang dikumpulkan selama 6 hari.

Bantuan secara simbolis diserahkan kepada masing-masing perwakilan tiga lembaga tersebut yang diundang hadir di kantor sekretariat DSKS, Pajang, Laweyan,Selasa (25/5).

Sekjend DSKS, Dr Mulyanto Abdullah Khair menyampaikan terimaksih kepada para donatur yang sudah menyisihkan sebagaian hartanya untuk membantu sadara di Palestina.

“Memang nilainya tidak sebanding dengan dampak kerugian yang terjadi di Palestina. Namun, dari yang kecil ini menegaskan bahwa komitmen dan kecintaan kami terhadap masyarakat Palestina,” ujarnya.

Donasi tersebut diserahkan kepada Mer-C senilai Rp. 60.034.00, Sahabat Al-Aqsha senilai Rp.66.625.000, kemudian KISPA senilai Rp. 162.940.000.

“Secara resmi kita bekerjasama dengan beberapa elemen Islam dalam penggalangan dana dan untuk pengiriman rekening kami menggandeng tiga lembaga yaitu Sahabat Al Aqsha, KISPA dan Mer-C,”tambahnya.

Salah satu perwakilan dari MER-C,dr Panji menyampaikan, saat ini kondisi rakyat Palestina sangat memprihatikan lantaran terus menerus digempur oleh pasukan Israel. Bahkan akibat serangan itu, tidak hanya pejuang Palestina saja yang menjadi korban, namun warga sipil terdiri anak-anak dan ibu-ibu juga turut menjadi korban.

“Dari catatan kami, sekitar 1.900 lebih orang mengalami luka-luka, dimana 500 orang diantaranya dirawat di rumah sakit Indonesia di Gaza. Keberadaan rumah sakit Indonesia menjadi faktor sangat penting ditengah keterbatasan fasilitas kesehatan di Palestina sendiri,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Sahabat Al Aqsha, Ustadz Salim A Fillah dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa penderitaan Palestina merupakan penderitaan kita semua.

“Dari semenjak Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Jokowi bangsa Indonesia tetap terus medukung kemerdekaan Palestina, Karena ini merupakan wujud nyata dar pembukaan UUD 1945,” ungkapnya.

Terkait isu wacana audit yang dilontarkan oleh salah satu anggota DPR, Ustadz Mulyanto menyatakan yang diaudit yang jelas-jelas saja seperti penyelewengan bantuan sosial atau korupsi lainya.

“Kita ini memiliki hutang budi terhadap jasa tokoh Palestina yang membantu dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap penderitaan Palestina harusnya didukung bukan malah dihalang-halangi,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here