DSKS Sampaikan Nasehat Terkait Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

0
95
logo dsks

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menyampaikan nasehatnya terkait kondisi bangsa saat ini. Hal ini didasari terkait lunturya rasa persaudaraan dan persatuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut pernyataannya,

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Melihat dan mengamati perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dimana semakin tipisnya rasa persaudaraan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga beban kehidupan masyarakat yang semakin sulit dengan melonjaknya berbagai bahan kebutuhan pokok dan naiknya harga BBM.

Disisi yang lain, paugeran (norma) yang telah berlaku dan berjalan dengan baik sengaja ingin
dilanggar untuk kepentingan sesaat. Padahal dalam petuah Jawa terdapat istilah: ‘Ambruke Kedaton Punjere Paugeran’ (Runtuhnya Kekuasaan Karena Melanggar Konstitusi) sehingga mengkhawatirkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) perlu memberikan petuah (nasehat) kepada semua pihak, baik penguasa maupun masyarakat umum khususnya kaum muslimin agar menjadi rambu-rambu dan jalan penerang dalam melihat dan menghadapi situasi yang terjadi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal. dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi ma’af. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabbnya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudahteraniaya, tidak ada suatu dosapun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”. (QS. Asy Syura [42]: 36-43).

Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki mencaci sahabat Abu Bakar r.a, sedangkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam. saat itu duduk, lalu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam hanya tersenyum dan merasa kagum. Tetapi ketika Abu Bakar r.a. membalas sebagian cacian yang ditujukan terhadap dirinya, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam kelihatan marah, lalu bangkit. Maka Abu Bakar menyusulnya dan bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ketika dia mencaciku engkau tetap dalam keadaan duduk, Tetapi ketika aku membalas caciannya, engkau kelihatan marah dan meninggalkan tempat duduk.” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam menjawab: Sesungguhnya pada mulanya ada malaikat yang bersamamu membela dirimu. Tetapi ketika engkau membalas terhadapnya sebagian dari caciannya (malaikat itu pergi) dan datanglah setan, maka aku tidak mau duduk bersama setan. Kemudian beliau Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam bersabda pula: Hai Abu Bakar, ada tiga perkara yang semuanya benar, yaitu tidak sekali-kali seseorang hamba dianiaya dengan suatu penganiayaan, lalu ia menahan dirinya karena Allah, melainkan Allah akan memuliakannya dan menolongnya. Dan tidak sekali-kali seorang lelaki membuka pintu pemberian dengan mengharapkan silaturahim, melainkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala makin menambah banyak (hartanya). Dan tidak sekali-kali seorang lelaki membuka pintu meminta-minta karena ingin memperbanyak (hartanya), melainkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala makin menambah sedikit (hartanya). (HR. Abu Daud).

Atas dasar ayat dan hadits di atas maka kami menasehatkan untuk:

1. Kepada kaum muslimin untuk fokus beribadah di bulan Ramadhan dengan memperbanyak doa dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dimudahkan segala urusan dengan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Memohon kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyadari bahwa keutuhan bangsa menjadi prioritas utama. Siapapun yang melanggar aturan dan norma akan mendapatkan hukuman dan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagai mana petuah Jawa: Ambruke Kedaton Punjere Paugeran.
3. Berharap kepada seluruh anak bangsa untuk membangun konsolidasi dan dialog nasional guna mencari kata mufakat dan kemaslahatan bersama.

Demikan nasehat ini kami berikan agar dapat digunakan sebagai panduan dan pegangan dalam menghadapi berbagai perkembangan dan dinamika yang terjadi di sekitar. Semoga kita selalu diberikan pentunjuk dan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dijauhkan dari segala fitnah dan malapetaka. Aamiin.

Surakarta, 10 April 2022/ 8 Ramadhan 1443 H


Dewan Ri’asah Tanfidziyah DSKS Koordinator,                               Sekretaris Jenderal DSKS


Ust. Syihabuddin Al Hafidz                                                                 Dr. Mulyanto Abdullah Khoir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here