Khutbah Jumat: Hati-Hati, Fitnah Subhat dan Syahwat

0
505
Hati-Hati, Fitnah Subhat dan Syahwat

Oleh: Dr. Mulyanto Abdullah Khoir

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا.

أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّا بَعْدَهُ.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Sungguh, segala puji hanyalah milik Allah, Rabb semesta alam. Yang menciptakan manusia. Yang mengatur kehidupan ini, sehingga penuh dengan keteraturan. Yang memberikan nikmat dan karunia kepada seluruh makhluk-Nya.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang yang teguh dan istiqomah di jalannya.

Saya wasiatkan untuk diri pribadi saya dan jama’ah Jum’at rahimakumullah agar selalu bertakwa kepada Allah karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ

Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. An Nahl [16]: 128)

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Di akhir zaman akan datang banyak fitnah. Fitnah tersebut laksana kegelapan malam yang gelap gulita sehingga seseorang tidak bisa lagi membedakan mana yang haq dan mana yang batil, kecuali orang yang rahmati Allah SWT. Rasulullah SAW. bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia. (HR. Muslim).

Kebohonan dan kedustaan tersebar merajalela. Para pembawa kebohongan dan kedustaan dianggap sebagai pembawa kebenaran. Dipuja, disanjung dan dimuliakan sedangkan pembawa kebenaran didustakan.

Orang berkata benar dituduh dusta, sebaliknya orang berkata dusta justru dibenarkan. Sulit secara awam mamnusia membedakan mana pendusta dan pembohong, kecuali orang-orang yang diberi rahmat Allah dengan bashirahnya untuk melihat dan mengetahui kedustaan orang-orang yang berdusta.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Kondisi akhir zaman memang banyak terjadi fitnah di tengah-tengah umat. Ibnul Qayyim menyebutkan ada dua macam fitnah yaitu fitnah syubhat dan fitnah syahwat.

Pertama: Fitnah Subhat

Fitnah syubhat adalah fitnah kekaburan dalam memandang kebenaran. Dimana kebenaran dianggap kebatilan sedangkan kebatilan malah dianggap kebenaran.

Syubhat artinya samar, kabur, atau tidak jelas. Penyakit syubhat yang menimpa hati seseorang akan merusakkan ilmu dan keyakinannya. Sehingga jadilah perkara ma’ruf menjadi samar dengan kemungkaran, maka orang tersebut tidak mengenal yang ma’ruf dan tidak mengingkari kemungkaran.

Bahkan kemungkinan penyakit ini menguasainya sampai dia menyakini yang ma’ruf sebagai kemungkaran, yang mungkar sebagai yang ma’ruf, yang sunnah sebagai bid’ah, yang bid’ah sebagai sunnah, al-haq sebagai kebatilan, dan yang batil sebagai al-haq.

Sebagai contoh seorang wanita yang berjilbab itu suatu kebenaran, malah ketika ada wanita yang berusaha berjilbab menutupi auratnya malah dikatakan ketinggalan zaman. Sementara orang yang mengumbar auratnya dikatakan kemajuan zaman. Inilah kekhawatiran fitnah yang diungkapan Rasulullah SAW:

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَ فُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. (HR. Ahmad).

Kedua: Fitnah Syahwat

Fitnah syahwat adalah fitnah nafsu yang selalu  mengajak kepada perbuatan buruk dan keji. Di antara fitnah syahwat yang paling bahaya adalah wanita. Rasulullah SAW bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Tidak kutinggalkan sesudah matiku suatu fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari fitnah wanita. (Muttafaq ‘Alaih).

Betapa bahayanya fitnah wanita ini. Betapa banyak hari ini, wanita-wanita berpakaian hakekatnya telanjang. Semua menjadi ujian akan keimanan seseorang. Maraknya syahwat dan gencarnya subhat. Rasulullah SAW bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَتُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.  

Dua manusia dari ahli neraka yang belum ku lihat di zamanku, yaitu kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi. Mereka memukul manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok kepala mereka seperti punuk unta yang condong., mereka tidak akan masuk Surga. Dan sesungguhnya bau Surga bisa tercium dari jarak yang sangat jauh. (HR.Muslim).

Di antara fitnah syahwat yang lain adalah harta, anak, istri. Semuanya sebagai ujian bagi manusia agar tidak melalaikan dari perintah Allah dan Rasul-Nya. Karena itu Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa memilih wanita-wanita shalehah. Mereka adalah sebaik-baik perhiasan dunia, Rasulullah SAW. bersabda:

اَلدُّنْياَ مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah. (HR. Muslim)
Anak dapat membutakan orang tua dari kebenaran. Demi anak orang tua rela mengorbankan keimanannya,kejujurannya. Bahkan kadang kala mampu menjerat orang tua untuk bermalas-malasan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, bakhil dalam berinfaq, enggan bershadaqah, maupun tidak mau membayar zakat. Kepentingan sang anak dijadikan alasan atas kebakhilan, kemalasan dalam beribadah kepada Allah. Allah SWT berfirman:

إِنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. At Thaqhabun [64]: 15).

Bahkan ia rela melepas kejujuran dan keimanannya untuk digadaikan demi harta yang membuat lupa kepada Allah. Rasulullah SAW. bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ.  

Tiap umat mempunyai cobaan dan ujian sendiri-sendiri dan fitnah cobaan umatku adalah kekayaan harta. (HR. Tirmidzi).

اَللَّهـُمَّ افْتَحْ عَلَيْنا اَبْوَابَ الْخَـيْرِ وَاَبْوابَ الْبَركَاةِ وَاَبْوابَ النِّعْمَةِ وَاَبْوابَ الرِّزْقِ وَاَبْوابَ الْقُوَّةِ وَاَبْوابَ الصِّحَةِ وَاَبْوابَ السّلاَمَةِ بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرّحِمِـيْنَ.

Khutbah Kedua:

أَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرا كَمَا أَمَرَ الَّذِى خَلَقَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ يُكَوِّرُ النَّهَرَ عَلَى اللَّيْلِ وَيُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

Melanjutkan khutbah yang pertama, sesungguhnya menyebarnya fitnah subhat dan syahwat ujian bagi orang-orang beriman. Agar mereka teguh, kokoh dan istiqomah di atas kebenaran, meski para penyerunya menghadapi ujian yang maha dahsyat.

Di saat fitnah subhat merajalela, para para pembawa kebenaran laksana orang-orang yang menggemgam bara, sabra dan istiqomah menjadi kunci kemenangan.

Oleh karena itu hawa nafsu harus kita tundukkan, fitnah subhat harus kita berantas dengan ilmu yang benar. Sesungguhnya orang-orang yang mendapat pentunjuk mereka adalah orang-ornag yang akan selamat dari fitnah tersebut. 

Semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua dari berbagai fitnah akhir zaman yaitu fitnah subhat dan syahwat. Amien.

Kita akhiri dengan berdoa kepada Allah, memohon dengan penuh ketundukkan dan keikhlasan agar dijauhkan dan diselamatakan dari berbagai fitnah tersebut.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَوَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here