Khutbah Jum’at: Inilah Generasi Al Qur’an yang Unik

0
538
Khutbah Jum’at Inilah Generasi Al Qur’an yang Unik

االْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. أَيـُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. أَمَّا بَعْدُ.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Maha Suci Allah yang telah mengutus Rasul-Nya untuk mengajarkan Islam. Membawa Al Qur’an untuk menunjukkan jalan terang dan hidayah yang harus dilaluinya. Meninggalkan jalan gelap yang penuh dengan kejahiliyahan dan kemungkaran.
Sanjungan dan pujian hanyalah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan orang-orang mukmin yang istiqomah di jalannya, melaksanakan sunahnya, meneguhkan risalahnya dan menyebarkan dakwahnya ke seluruh penjuru dunia.
Islam lahir membawa perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat, mengikis berbagai bentuk kejahiliyahan. Dalam waktu singkat mampu menjadi kekuatan besar yang diperhitungkan yang tercatat dalam tinta emas sejarah umat manusia.
Kenyataan sejarah, orang-orang pertama yang masuk Islam tumbuh menjadi manusia-manusia pilihan, generasi terbaik sepanjang sejarah, mampu merubah dan memutar arah peradaban umat manusia. Allah SWT berfirman:


كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran [3]: 110

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Dakwah Rasulullah SAW menghasilkan orang-orang yang unik, memiliki ciri tersendiri dan mampu merubah peradaban umat manusia dalam waktu singkat yang belum pernah terjadi sepanjang waktu perjalanan umat manusia.
Allah menyebutnya sebagai generasi terbaik sepanjang sejarah manusia. Tidak pernah ada sebelumnya dan tidak mungkin ada setelahnya yang mampu menyamai kualitas mereka.
Ada beberapa hal yang menjadikan mereka menjadi generasi terbaik, unik dan mampu merubah peradaban manusia dalam waktu singkat:


Pertama: Al Qur’an sebagai sumber utama
Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber rujukan, standar yang menjadi ukuran dan tempat dasar berfikir. Rasulullah SAW ingin mencetak suatu generasi yang jernih hatinya, jernih akalnya, jernih persepsinya, jernih perasaannya, jernih pembentukannya dari segala pengaruh lain selain dari metode Ilahi yang dikandung Al-Qur’an.
Maka ketika ibunda ‘Aisyah Radhiyallahu anha ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, beliau menjawab: Akhlaknya adalah Al Qur’an. Cukup Rasulullah sebagai uswah dan teladan dalam kehidupan ini. Allah SWT berfirman:


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al Ahzab [33]: 21).
Al Qur’an satu-satunya sumber tempat pengambilan mereka, standar yang menjadi ukuran dan dasar mereka berfikir. Hal ini bukan di zaman itu manusia tidak memiliki peradaban, pengetahuan dan ilmu. Disana ada peradaban Romawi, Persia dan India yang pengaruhnya masih ada sampai sekarang.
Mereka hanya mencukupkan dengan Al Qur’an. Maka tatkala Umar bin Khattab membawa selembar Kitab Taurat, Rasulullah SAW berkata:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa ‘alaihissalam masih hidup niscaya tidak diperkenan baginya melainkan dia harus mengikutiku”.
Rasulullah membatasi sumber tempat pengambilan generasi pertama tersebut hanya Al Qur’an. Bersihkan jiwa mereka dengan sumber itu. Luruskan keadaan mereka dengan metode tersebut. Maka Beliau marah ketika melihat Umar ibn Khattab mencari sumber lain.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Kedua: Mempelajari Al Qur’an untuk menerima perintahnya
Generasi pertama memandang Al Qur’an bukan tujuan untuk menambah pengetahuan dan memperluas pandangan. Bukan untuk tujuan menikmati keindahan sasteranya dan menikmati rasa yang ditimbulkannya.
Tidak ada di antara mereka yang mempelajari Al Qur’an untuk menambah perbendaharaan ilmu sehingga otaknya menjadi penuh. Baik untuk urusan pribadi maupun selainnya. Untuk urusan hidup dan kehidupan di mana mereka hidup.
Mereka laksana prajurit yang melaksanakan setiap perintah yang mereka terima. Karena itu, generasi sahabat ini tidak meminta untuk menambah mempelajari Al Qur’an sebelum mampu mengamalkannya.
Perasaan untuk menerima perintah Al Qur’an untuk dilaksanakan yang menyebabkan Allah membukakan berbagai bentuk kenikmatan, ilmu pengetahuan dan selainnya yang tidak dapat diperoleh jika mereka hanya mempelajari Al Qur’an untuk studi dan ilmu pengetahuan.
Sehingga dalam diri mereka, Al Qur’an menjadi metode tersendiri, ilmu yang hidup bukan sekedar tinggal di otak dan dalam rak-rak buku tetapi berada di alam nyata yang merubah garis hidup mereka. Tertanam dalam hati yang paling dalam. Terpancar dalam bumi kehidupan serta terwujud dalam amal perbuatan.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Al Qur’an datang bukan untuk rekreasi mental, bukan buku sastera atau seni. Bukan buku cerita atau sejarah walaupun semuanya termasuk dalam kandungannya. Tetapi Al Qur’an datang untuk menjadi metode kehidupan. Metode ilahi yang murni yang dikenalkan Allah SWT secara berangsur-angsur, sedikit demi sedikit yang satu mengiringi lainnya. Allah SWT berfirman:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا


Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (QS. Al Isra’ [17]: 106).
Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan sesuai dengan kebutuhan yang timbul dan terjadi dalam masyarakat. Beberapa ayat diturunkan dalam keadaan khusus atau kejadian tertentu. Menceritakan kepada manusia tentang apa yang terdapat dalam hati mereka dan menggambarkan apa yang sedang mereka alami. Menggoreskan metode bekerja mereka. Mengoreksi kesalahan dan tindakan mereka dan memperkenalkan sifat Allah SWT yang mengatur seluruh alam semesta.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Ketiga: Meninggalkan segala bentuk jahiliyah
Setelah mereka masuk Islam, mereka meninggalkan berbagai bentuk-bentuk jahiliyah. Mereka memulai Sesuatu yang baru terpisah dari sebelumnya. Mereka merasa zaman jahiliyah telah mengotorinya dan Islam membersihkan kotoran tersebut dari lubuk hatinya.
Generasi awal harus melepaskan dari berbagai bentuk masyarakat jahiliyah, konsepsi jahili, tradisi jahili dan pemimpin jahili yang ada dalam masyarakat saat itu. Mereka melepaskannya dari lubuk hati yang paling dalam.
Tugasnya bukan untuk mematuhi atau berdamai dengan berbagai bentuk jahiliyah tersebut tetapi merubah diri sendiri kemudian merubah masyarakat dengan tatanan Al Qur’an.
Inilah yang menjadikan mereka generasi yang unik sehingga disebut sebagai generasi terbaik sepanjang sejarah manusia. Mampu merubah peradaban dalam waktu singkat yang tidak akan pernah terulang dalam sejarah. Sehingga Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha terhadap-Nya. Allah SWT berfirman:


وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ


Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. (QS. At Taubah [9]: 100).

اَللَّهـُمَّ افْتَحْ عَلَيْنا اَبْوَابَ الْخَـيْرِ وَاَبْوابَ الْبَركَاةِ وَاَبْوابَ النِّعْمَةِ وَاَبْوابَ الرِّزْقِ وَاَبْوابَ الْقُوَّةِ وَاَبْوابَ الصِّحَةِ وَاَبْوابَ السّلاَمَةِ بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرّحِمِـيْنَ.


Khutbah Kedua:


إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أَمَّابعد.

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Melanjutkan khutah yang pertema tentang generasi Al Qur’an yang unik. Generasi terbaik sepanjang sejarah. Generasi yang mencukupkan hanya Al Qur’an dalam pikiran, sikap dan perilaku mereka. Generasi yang telah mencatatkan tinta emas sepanjang sejarah manusia.

Jika kaum muslimin hari ini ingin kembali membangun kejayaan Islam dan diperhitungkan musuh-musuhnya serta memegang kendali kehidupan, tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada Al Qur’an. Mencukupkan dengan Al Qur’an. Mengkaji dengan dalam makna-maknanya, mentadaburi isinya. Mengambil hukum-hukumnya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga mampu menjadi bagian generasi terbaik dalam kehidupan kita dan melahirkan orang-orang yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari. Cukuplah Al Qur’an yang kelak akan menjadi lampu penerang, cahaya kehidupan yang menyinari peradaban manusia di dunia dan kegelapan mereka di akherat. Amiin.


إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ. يَآأّيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مَاَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرِاهِيْمَ, وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَىآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتْ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَاَمْوَاتِ.أَللَّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُبِكَ مِنَ الشَرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَالَمْ نَعْلَمْ.
اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بأسْمَاعِنا وَأَبْصَارِنَا وقُوَّتِنَا مَا أحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الوارثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا.رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here