Ustadz Faiz Baraja Ajak Bantu Muslim Yaman di Bulan Ramadhan

0
111
Ustadz Faiz Baraja

SOLO – Yaman telah terperosok dalam perang sejak milisi syiah Houthi, yang didukung Iran, menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional di ibu kota Sanaa pada akhir 2014.

Perang berkepanjangan telah membuat jutaan orang mengungsi dan membawa negara itu ke ambang kelaparan massal.

Krisis terus menggerus kehidupan para pengungsi Yaman di tahun 2022 ini. Oleh karena itu, da’i asal kota Solo, ustadz Faiz Baraja yang merupakan relawan Sahabat Al Aqsha mengunggah sebuah video ajakannya untuk membantu muslim Yaman di 10 hari terakhir bulan Ramadhan 1433 Hijriyah, Sabtu (23/4/2022).

Ustadz Faiz mengatakan bahwa Ramadhan tahun ini kondisinya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kedatangannya disambut dengan kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga BBM dan juga gelombang demonstrasi di berbagai daerah.

Meski demikian, ia katakan bahwa Allah masih berkenan menjaga keamanan dan ketentraman negeri ini. Ia berdo’a semoga saudara-saudaranya (kaum muslimin) yang terkena imbas kenaikan harga-harga tersebut diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar bisa menjalani kehidupan di bulan Ramadan ini dengan baik.

“Namun teman-temanku semua, di negeri Yaman yang jauh di sana, Ramadhan kami pun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perang dan krisis kelaparan masih sama, kalau kalian belum pernah mendengar tentang krisis kemanusiaan di Yaman, silahkan tonton video saya sebelumnya, bener-bener krisis kemanusiaan yang sungguh mengenaskan,” ujarnya.

Menurutnya, bahkan digolongkan termasuk krisis paling parah sejak 100 tahun terakhir. Tetapi kedatangan Ramadhan tahun ini disambut dengan inflasi dan kenaikan harga pangan yang luar biasa.

“Dalam dalam keadaan perang, dalam keadaan krisis mengenaskan ini bayangkan satu tabung gas dulu harganya 7,5 dolar atau sekitar Rp. 100.000 baru-baru ini meloncat tinggi hingga mencapai 35 dolar per tabungnya atau sekitar Rp. 480.000 belum lagi beras dan gandum satu karung yang tadinya 25 dolar atau sekitar Rp. 354.050 dolar atau sekitar Rp. 700.000, lagi BBM yang sangat langka dan sulit didapatkan, jika berhasil mendapatkannya pun harus membayar sangat mahal karena kenaikan harga yang luar biasa harga per liternya melambung hingga 3 dolar lebih atau sekitar Rp. 45.000,” katanya.

Ia katakan bahwa dengan kondisi tersebut menambah lumpur krisis kemanusiaan semakin basah. Kaum muslimin menyambut Ramadhan dalam keadaan kesulitan memenuhi hajat pokoknya.

Ustadz Faiz memutarkan video laporan inspeksi mendadak Sahabat Al Aqsha. Dalam tayangannya pada Rabu, 20 Sya’ban 1443 Hijriyah atau 23 Maret 2022 Masehi, kaum muslimin di lembah Al Janadiah berbondong-bondong mengantre air bersih dengan membawa jerigennnya. Disebutkan bahwa desa tersebut tengah mengalami krisis air bersih. Oleh karena itu, Sahabat Al Aqsha Indonesia memberikan bantuan air bersih kepada mereka.

Selanjutnya tim mewawancarai seorang ummahat. Dikatakan ummahat tersebut bahwa ia tak mampu mencukupi kebutuhan pokoknya, sedangkan anak-anaknya sakit dan cacat.

“Keadaan sudah begini selama tujuh tahun, sejak dimulainya perang, sekarang ini kami mengalami masa krisis, ketakutan dan semua hal” katanya.

“Coba lihat, 1 tabung gas 20 riyal, dan sekarang 1 karung beras 30 riyal, 1 tangki air sekarang 20 riyal, kami tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan kami, dan anak-anakku dalam keadaan sakit dan kelaparan, sekarang ini kami tidak punya apapun, tidak ada gula, tepung, beras, apapun, dan anak-anaku sakit dan cacat, kami tidak mampu memberikan mereka makanan atau memberikan apapun,” keluhnya.

Jika dikonversi, 20 riyal atau setara 35 US Dollar atau Rp. 480 ribu, sedangkan 30 riyal setara 50 US Dollar atau sekitar Rp. 700 ribu.

Video beralih ke wawancara keluarga yang lain. Nasibnya sama, mereka kesulitan mencukupi kebutuhan pokoknya. Ummahat yang mengasuh ketiga anaknya itu mengatakan bahwa keadaannya sangat melelahkan sejak perang selama 7 tahun tersebut. Setiap hari ia ditagih uang sewa rumah. Ditambah kondisi rumah kecil tersebut yang tidak memiliki lampu penerangan untuk anak-anaknya.

“Aku tidak punya apa-apa dan anakku ini sedang menderita penyakit di tulangnya, dan yang punya rumah menagih uang sewa setiap bulannya 20 riyal, kami berharap ada sesuap makanan saja di rumah ini, kami tidak punya apa-apa, tetapi alhamdulillah,” katanya.

Usai memperlihatkan video kondisi mereka, ustadz Faiz kembali mengajak masyarakat Indonesia di akhir bulan Ramadhan bagi yang diberi kelonggaran oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang mampu berganti menu sahur dan buka setiap harinya. Bahkan dilengkapi dengan jajanan dan snack yang dimakan di malam harinya.

“Juga untuk ibu-ibu yang sudah membeli aneka kue dan roti untuk menyambut datangnya Idul Fitri, juga kalian yang sudah menyiapkan baju baru yang kalian siapkan untuk lebaran nanti tolong bantu mereka yang bahkan untuk sekedar sesuap nasi pun mereka tidak bisa memberikannya kepada anak-anak mereka,” tuturnya.

Ia mengajak untuk membantu kaum muslimin yang terdampak perang di Yaman tersebut. Termasuk membantu mereka untuk berbuka dan sahur, membantu mereka untuk menyambut lebaran agar pada hari itu mereka juga bisa tersenyum sebagaimana kaum muslimin di negeri ini tersenyum hari lebaran.

“Donasikan harta anda melalui rekening Yayasan Sahabat Al Aqsa yang tertera di bawah ini, semua amanah donasi kalian akan disalurkan setelah kita di Yaman tanpa dipotong wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here